SURABAYA, PustakaJC.co - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, media, organisasi masyarakat, akademisi, dan dunia usaha dalam memperkuat ruang publik yang sehat, kredibel, dan produktif di tengah derasnya arus informasi digital.
Pernyataan tersebut disampaikan Emil saat mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Jawa Timur serta Resepsi Milad ke-3 Maklumat.id di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Minggu (14/6).
Menurut Emil, kualitas ruang publik saat ini sangat ditentukan oleh kualitas informasi yang disampaikan media serta kualitas gagasan dan masukan kebijakan yang lahir dari organisasi masyarakat.
"Sinergi lintas sektor itu penting untuk menjaga ruang publik tetap sehat. Pemerintah, media, dan ormas perlu jalan bersama agar informasi bisa sampai ke masyarakat dengan benar dan mudah dipahami," kata Emil.
Ia menjelaskan, media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat. Tidak hanya menyampaikan berita, media juga dituntut mampu menghadirkan informasi yang akurat dan terverifikasi sehingga tidak menimbulkan disinformasi maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Karena itu, Emil mengapresiasi Maklumat.id yang memasuki usia tiga tahun dan dinilai konsisten menghadirkan informasi edukatif, berimbang, serta berkontribusi dalam meningkatkan literasi publik di Jawa Timur.
"Media seperti Maklumat.id memiliki peran penting, bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga harus menjaga agar informasi yang sampai ke masyarakat itu akurat," ujarnya.
Selain media, Emil menilai organisasi masyarakat juga memiliki peran penting sebagai jembatan aspirasi masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dapat menghadirkan berbagai perspektif dan masukan konstruktif agar kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Ormas punya peran penting untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan masukan agar kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Emil menambahkan, LHKP Muhammadiyah Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai ruang lahirnya gagasan yang dapat memperkuat dialog kebijakan publik di berbagai sektor pembangunan.
"LHKP ini penting sebagai ruang gagasan yang memperkuat dialog kebijakan publik agar lebih responsif dan berbasis kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Lebih lanjut, Emil menekankan bahwa konsep Gerbang Baru Nusantara yang saat ini menjadi visi pembangunan Jawa Timur tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi semata.
Menurutnya, kualitas ruang informasi dan ruang gagasan juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, media, organisasi masyarakat, akademisi dan dunia usaha, diharapkan tercipta ekosistem yang saling mendukung dalam memperkuat pembangunan Jawa Timur.
"Gerbang Baru Nusantara itu bukan hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas ruang informasi dan ruang gagasan. Kalau keduanya kuat, maka kebijakan publik akan lebih tajam, lebih inklusif, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat," pungkasnya. (int)