SURABAYA, PustakaJC.co - Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lokomotif pembangunan nasional. Berbagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto menunjukkan capaian signifikan di provinsi ini, mulai dari Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih hingga pengentasan kemiskinan ekstrem.
Capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi yang digelar di Surabaya, Kamis (18/6/2026), saat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono memaparkan berbagai indikator keberhasilan pembangunan daerah di hadapan peserta rakor.
Menurut Adhy, Jawa Timur terus berupaya menerjemahkan program-program prioritas pemerintah pusat menjadi manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu capaian menonjol terlihat pada Program Sekolah Rakyat. Jawa Timur menjadi kontributor terbesar nasional dengan menyiapkan 26 sekolah, 97 rombongan belajar dan 2.450 siswa atau sekitar 15 persen dari total Sekolah Rakyat yang disiapkan di Indonesia.
Tidak hanya itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menunjukkan kesiapan besar. Jawa Timur menargetkan pelayanan kepada 9,02 juta penerima manfaat yang didukung 4.420 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan lebih dari 190 ribu petugas.
Sementara pada sektor kesehatan, Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau sekitar 6,9 juta warga dari total sasaran 42,2 juta penduduk Jawa Timur.
Keberhasilan juga terlihat dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 8.494 Koperasi Merah Putih telah terbentuk dan seluruhnya telah memiliki badan hukum.
Pemprov Jawa Timur juga mempercepat berbagai program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan melalui pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 2.200 unit, bantuan elektrifikasi untuk 3.300 rumah tangga miskin, serta penataan kawasan kumuh seluas 45 hektare.
Berbagai program tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur sebesar 4,26 persen selama periode 2020 hingga 2025.
Capaian tersebut bahkan melampaui rata-rata nasional yang berada pada angka 3,05 persen. Kondisi itu memperlihatkan efektivitas kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengurangi angka kemiskinan.
Keberhasilan Jawa Timur mendapat apresiasi dari Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo. Menurutnya, Jawa Timur layak menjadi salah satu daerah rujukan dalam pelaksanaan program prioritas nasional.
"Dari Jawa Timur banyak hal yang bisa dipelajari. Forum seperti ini memungkinkan daerah saling belajar dan berbagi pengalaman dalam menjalankan program-program prioritas nasional," ujar Yusharto.
Selain unggul dalam sektor sosial, Jawa Timur juga menunjukkan performa ekonomi yang impresif. Pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat mencapai 5,96 persen secara year-on-year.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa sekaligus berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengurangan kesenjangan sosial.
Dengan berbagai indikator positif tersebut, Jawa Timur terus mengukuhkan diri sebagai role model pembangunan daerah yang berhasil mengakselerasi program nasional menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
(int)