SURABAYA, PustakaJC.co - Ancaman kekeringan mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Jawa Timur. Memasuki fase menuju puncak musim kemarau 2026, sebanyak delapan kabupaten telah menetapkan status siaga darurat kekeringan akibat menurunnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat empat daerah bahkan telah memulai distribusi air bersih kepada warga terdampak menggunakan anggaran masing-masing pemerintah daerah.
Keempat daerah tersebut yakni Kabupaten Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, dan Pasuruan.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah masih mampu menangani kebutuhan distribusi air bersih secara mandiri.
"Untuk sementara distribusi air bersih masih menggunakan alokasi anggaran masing-masing daerah. Pemprov Jawa Timur belum mengeluarkan bantuan distribusi air bersih," kata Gatot, Kamis (19/6/2026).