BMKG mencatat suhu udara pada malam hingga menjelang pagi di wilayah dataran rendah Jawa Timur dapat berada pada kisaran 18 hingga 22 derajat Celsius, sedangkan di kawasan dataran tinggi dapat turun hingga 15–18 derajat Celsius, bahkan berpotensi lebih rendah tergantung kondisi cuaca dan karakteristik wilayah.
Penurunan suhu ini mulai dirasakan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kota Surabaya. Sejumlah warga mengaku udara dini hari terasa lebih dingin dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan suhu air saat mandi ikut terasa lebih menusuk.
BMKG menjelaskan sensasi air yang terasa lebih dingin bukan disebabkan oleh perubahan suhu air secara signifikan, melainkan akibat suhu udara yang rendah dan kelembapan yang menurun sehingga tubuh lebih cepat kehilangan panas.
"Perbedaan suhu antara tubuh dan air menjadi lebih besar sehingga air terasa lebih dingin saat digunakan," jelas Trya.