Di Balik Penghargaan Stunting Jatim, Penguatan PAD Jadi Fondasi Keberhasilan Pembangunan Berkelanjutan

pemerintahan | 04 Juli 2026 11:55

Di Balik Penghargaan Stunting Jatim, Penguatan PAD Jadi Fondasi Keberhasilan Pembangunan Berkelanjutan
Infografis kreatif PustakaJC.co

SURABAYA, PustakaJC.co – Penghargaan yang diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas keberhasilan menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,7 persen menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh kolaborasi lintas sektor, tetapi juga membutuhkan fondasi fiskal yang kuat. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus dijaga Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim menjadi salah satu penopang keberlanjutan berbagai program prioritas, termasuk sektor kesehatan.

Penghargaan sebagai Kepala Daerah yang berhasil memimpin percepatan penurunan stunting tersebut diberikan oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Penghargaan diserahkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persagi Doddy Izwardy kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Khofifah pada Pembukaan Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persagi 2026 di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Jumat (3/7).

 

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penurunan stunting terbaik di Pulau Jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali.