Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Program MBG kini tidak hanya berperan dalam meningkatkan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari petani, peternak, pedagang hingga tenaga kerja di dapur SPPG.
Liburnya Program MBG selama satu bulan menjadi pengingat bahwa keberadaan program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru di berbagai daerah. Ketika program berhenti sementara, dampaknya tidak hanya dirasakan siswa penerima manfaat, tetapi juga ribuan pelaku ekonomi yang bergantung pada rantai pasok dan operasional MBG. (ivan)