Sebelas Event Jawa Timur Masuk Karisma Event Nusantara 2026

pemerintahan | 09 Juli 2026 14:58

Sebelas Event Jawa Timur Masuk Karisma Event Nusantara 2026
Sejumlah peserta menampilkan tarian Reog Ponorogo saat mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebanyak 11 event unggulan dari Jawa Timur resmi masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Deretan agenda tersebut dinilai memiliki kualitas penyelenggaraan yang mampu memperkuat daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan seluruh event yang terpilih telah melalui proses kurasi oleh tim kurator independen. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari ide dan inovasi, manajemen kegiatan, pengelolaan keuangan, strategi komunikasi dan pemasaran, hingga analisis dampak yang dihasilkan. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (9/7/2026).

 

“Melalui proses kurasi tersebut, kami memastikan event yang masuk dalam KEN merupakan kegiatan berkualitas yang mampu menampilkan keunikan daerah, memperkuat daya tarik destinasi, serta memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujar Nia di Jakarta, Rabu, (8/7/2026).

 

 

 

Sebelas event dari Jawa Timur yang masuk KEN 2026 meliputi Festival Rujak Uleg di Surabaya, Surabaya Vaganza, Festival Nasional Reog Ponorogo, Segoro Topeng Kaliwungu di Lumajang, Festival Ronthek Pacitan, Banyuwangi Ethno Carnival, Jember Fashion Carnaval, Tong Tong Night Market Kota Malang, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka, Festival Musik Tong Tong Sumenep, serta Gandrung Sewu Banyuwangi.

 

Dari seluruh event tersebut, Jember Fashion Carnaval dan Festival Nasional Reog Ponorogo berhasil masuk kategori Top KEN 2026. Kedua agenda tersebut dinilai konsisten dalam penyelenggaraan serta mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar.

 

Nia mengungkapkan Jember Fashion Carnaval 2025 mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp120 miliar. Capaian itu menunjukkan besarnya kontribusi event terhadap pergerakan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.

 

 

Kementerian Pariwisata juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mendeklarasikan diri sebagai provinsi event. Menurut Nia, berbagai kegiatan pariwisata berbasis event, mulai dari MICE, sport tourism, seni pertunjukan, festival budaya hingga konser musik, telah menjadi motor penggerak kunjungan wisatawan.

 

“Kontribusi wisata event terhadap kunjungan wisatawan ke Jawa Timur mencapai sekitar 30 persen. Banyak wisatawan datang khusus untuk mengikuti berbagai agenda yang digelar, terutama event olahraga yang diminati kalangan milenial dan Gen Z,” katanya.

 

Karena itu, Kementerian Pariwisata terus mendorong daerah untuk memperkuat pengembangan wisata berbasis event, khususnya sport tourism yang dipadukan dengan aktivitas kebugaran, petualangan, dan pengalaman wisata berkelanjutan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, sebelumnya menyatakan komitmen Jawa Timur menjadi provinsi dengan penyelenggaraan event terbanyak di Indonesia. Strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

 

Menurut Evy, pengembangan sport tourism dan eco-sport tourism menjadi salah satu fokus utama karena dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menarik wisatawan mancanegara. Salah satu buktinya terlihat pada penyelenggaraan Mantra 116 yang diikuti 4.014 pelari dari 22 negara di kawasan Eropa, Afrika, dan Asia. (ivan)