Pembinaan Atlet Berbasis Data Jadi Fokus Baru KONI Jatim

pemerintahan | 11 Juli 2026 11:33

 

Ia menjelaskan, penggunaan data dapat membantu pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih tepat sasaran. Selain memantau perkembangan atlet, data juga dapat digunakan untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan sehingga strategi pertandingan dapat disusun lebih efektif.

 

Menurut Nabil, sistem pembinaan berbasis data akan membuat proses evaluasi atlet menjadi lebih objektif dan akurat. Seluruh tahapan mulai dari pengumpulan data, pengelolaan informasi, hingga penyusunan kebijakan harus diarahkan untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penerapan sport intelligence tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga harus tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Prestasi atlet, kata dia, harus dibangun melalui latihan yang konsisten, pembinaan yang tepat, serta kompetisi yang berlangsung sesuai aturan dan etika olahraga.

 

KONI Jatim berharap konsep sport intelligence yang diperkenalkan KONI Pusat dapat segera diterapkan oleh seluruh KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga di Indonesia. Kesamaan arah dalam penerapan sistem berbasis data diyakini akan memperkuat kualitas pembinaan atlet nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di berbagai ajang internasional.

 

Nabil menambahkan, implementasi sport intelligence diharapkan mampu membuat proses pembinaan atlet berjalan lebih tepat, terarah, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi daerah maupun bangsa. (ivan)