Pembinaan Atlet Berbasis Data Jadi Fokus Baru KONI Jatim

pemerintahan | 11 Juli 2026 11:33

Pembinaan Atlet Berbasis Data Jadi Fokus Baru KONI Jatim
Jajaran pengurus KONI Pusat, KONI Jawa Timur, penulis buku, dan para peserta berfoto bersama usai penandatanganan komitmen penerapan Sport Intelligence sebagai penguatan sistem pembinaan atlet berbasis data di Indonesia. (dok kominfo)

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mendukung penerapan sport intelligence sebagai bagian penting dalam sistem pembinaan atlet yang lebih modern dan terukur. Pemanfaatan data dinilai mampu meningkatkan kualitas program latihan sekaligus mendukung pencapaian prestasi olahraga yang lebih optimal.

 

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengatakan perkembangan olahraga saat ini menuntut perubahan pendekatan dalam pembinaan atlet. Menurutnya, metode latihan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pola konvensional, tetapi perlu diperkuat dengan analisis data yang komprehensif. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (11/7/2026).

 

“Untuk mencapai prestasi, diperlukan desain dan perencanaan yang matang dalam mempersiapkan atlet. Sport intelligence merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan prestasi,” ujar Nabil dalam keterangannya, Rabu, (8/7/2026).

 

 

 

Ia menjelaskan, penggunaan data dapat membantu pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih tepat sasaran. Selain memantau perkembangan atlet, data juga dapat digunakan untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan sehingga strategi pertandingan dapat disusun lebih efektif.

 

Menurut Nabil, sistem pembinaan berbasis data akan membuat proses evaluasi atlet menjadi lebih objektif dan akurat. Seluruh tahapan mulai dari pengumpulan data, pengelolaan informasi, hingga penyusunan kebijakan harus diarahkan untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penerapan sport intelligence tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga harus tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Prestasi atlet, kata dia, harus dibangun melalui latihan yang konsisten, pembinaan yang tepat, serta kompetisi yang berlangsung sesuai aturan dan etika olahraga.

 

KONI Jatim berharap konsep sport intelligence yang diperkenalkan KONI Pusat dapat segera diterapkan oleh seluruh KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga di Indonesia. Kesamaan arah dalam penerapan sistem berbasis data diyakini akan memperkuat kualitas pembinaan atlet nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di berbagai ajang internasional.

 

Nabil menambahkan, implementasi sport intelligence diharapkan mampu membuat proses pembinaan atlet berjalan lebih tepat, terarah, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi daerah maupun bangsa. (ivan)