Menurutnya, realisasi penyerapan gabah tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan efektivitas strategi pengadaan yang dijalankan BULOG sekaligus meningkatnya kepercayaan petani terhadap program pembelian pemerintah.
Langgeng menegaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat langsung dalam proses penyerapan hasil panen di lapangan.
“Capaian luar biasa ini tidak lepas dari dukungan penuh Gubernur Jawa Timur, para bupati dan wali kota, serta Dinas Pertanian melalui para penyuluh di lapangan. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada PPL, TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, dan Tim Jemput Gabah Perum BULOG yang bekerja tanpa lelah demi mengamankan hasil panen petani,” katanya.
Meski target penyerapan gabah telah terpenuhi sepenuhnya, BULOG Jatim memastikan aktivitas pembelian hasil panen petani tetap akan berlanjut. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga harga gabah di tingkat produsen agar tetap stabil dan menguntungkan petani.
“Walaupun sudah melampaui target, kami tetap akan menyerap gabah petani. Ini adalah bentuk komitmen dan kehadiran negara melalui BULOG untuk menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak anjlok dan tetap berada pada level yang menguntungkan mereka,” tegas Langgeng.