SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengakui masih menghadapi kendala dalam merealisasikan Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya. Kendala tersebut berasal dari keberatan sejumlah sopir dan paguyuban angkutan kota (angkot), khususnya yang beroperasi di kawasan Arjosari, Kota Malang.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan penolakan terhadap program Bus Trans Jatim, melainkan masih memerlukan komunikasi dan pembahasan lebih lanjut dengan para pelaku angkutan umum. Dilansir dari detik.com, Selasa, (14/7/2026).
“Jadi memang untuk Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya ada kendala. Bukan penolakan sebenarnya, tetapi perlu pembicaraan kembali,” ujar Nyono di Surabaya, Selasa, (14/7/2026).