Menurutnya, Dishub Jatim terus melakukan pendekatan kepada paguyuban angkot karena rute Koridor II direncanakan akan melintasi kawasan Arjosari yang selama ini menjadi pusat aktivitas berbagai trayek angkutan kota.
“Untuk masuk ke Arjosari itu masih butuh komunikasi. Karena beberapa angkot itu masih ada keberatan. Jadi keberatan ya, bukan menolak,” katanya.
Nyono menjelaskan, sejak awal pihaknya telah memperkirakan bahwa pembahasan terkait rute menuju Arjosari membutuhkan upaya yang lebih besar dibanding wilayah lain. Sebab, kawasan tersebut menjadi titik pertemuan berbagai kepentingan operasional angkutan umum di Malang.
Meski demikian, Pemprov Jatim tetap optimistis Koridor II Bus Trans Jatim Malang Raya dapat direalisasikan sesuai target pada Oktober 2026. Komunikasi dengan paguyuban angkot akan terus dilakukan untuk mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.
Selain memperkuat layanan transportasi publik, keberadaan koridor baru itu juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas di terminal-terminal tipe B yang berada di bawah pengelolaan pemerintah provinsi.