Digitalisasi layanan pelabuhan juga dilakukan melalui perizinan daring, pembayaran non-tunai, dan penerapan single window system untuk memperlancar arus barang.
Menurut Khofifah, pelabuhan yang modern dan ramah lingkungan akan meningkatkan daya saing daerah karena mampu mempercepat waktu sandar kapal dan menurunkan biaya logistik.
Selain itu, transformasi pelabuhan juga berpotensi menarik investasi serta meningkatkan aktivitas pelayaran internasional di Jawa Timur.
“Ini akan membutuhkan tenaga ahli di bidang tersebut, menciptakan lapangan kerja baru, mendukung rantai pasok nasional sehingga arus barang lebih lancar, harga barang lebih stabil,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, penguatan pelabuhan cerdas dan ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya Jawa Timur dalam mendukung sistem logistik nasional yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (ivan)