Ia menjelaskan, terdapat dua langkah utama dalam mendorong transisi energi di sektor industri. Pertama, beralih ke penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Kedua, meningkatkan efisiensi melalui konservasi energi dengan menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi produktivitas.
Menurutnya, perkembangan teknologi manufaktur saat ini semakin mengarah pada efisiensi energi sehingga mampu menghasilkan output yang sama bahkan lebih baik dengan penggunaan energi yang lebih rendah.
Emil juga menilai penyelenggaraan Manufacturing Surabaya selama dua dekade telah memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat pertemuan pelaku industri untuk bertukar inovasi, memperluas kolaborasi, serta mendorong peningkatan daya saing manufaktur nasional.
Pameran ini diharapkan menjadi momentum bagi dunia industri untuk mempercepat adopsi teknologi modern sekaligus mendukung transformasi menuju industri yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. (Ivan)