Manufacturing Surabaya ke-20 Jadi Ajang Percepatan Transformasi Industri Hijau di Jatim

pemerintahan | 16 Juli 2026 08:53

Manufacturing Surabaya ke-20 Jadi Ajang Percepatan Transformasi Industri Hijau di Jatim
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur dan Lia Indriasari Country General Manager PT Pamerindo Indonesia membuka Manufacturing Surabaya. (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pameran Manufacturing Surabaya kembali digelar untuk ke-20 kalinya di Grand City Convex Surabaya, Rabu, (15/7/2026). Ajang yang berlangsung bersamaan dengan Indonesia Energy Week dan Growtech Indonesia ini menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri, penyedia teknologi, dan investor dalam memperkuat daya saing sektor manufaktur, khususnya di Jawa Timur.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, transformasi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor manufaktur di tengah komitmen Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dan target net zero emission. Dilansir dari suarasurabaya.net, Kamis, (16/7/2026).

 

Menurut Emil, pencapaian target tersebut harus dilakukan secara bertahap melalui langkah-langkah nyata sejak sekarang.

 

"Indonesia telah meratifikasi rencana untuk mencapai net zero carbon economy. Ini tidak bisa dilakukan secara ujug-ujug, tetapi harus dicicil mulai sekarang," ujar Emil usai membuka Manufacturing Surabaya.

 

 

Ia menjelaskan, terdapat dua langkah utama dalam mendorong transisi energi di sektor industri. Pertama, beralih ke penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Kedua, meningkatkan efisiensi melalui konservasi energi dengan menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi produktivitas.

 

Menurutnya, perkembangan teknologi manufaktur saat ini semakin mengarah pada efisiensi energi sehingga mampu menghasilkan output yang sama bahkan lebih baik dengan penggunaan energi yang lebih rendah.

 

Emil juga menilai penyelenggaraan Manufacturing Surabaya selama dua dekade telah memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat pertemuan pelaku industri untuk bertukar inovasi, memperluas kolaborasi, serta mendorong peningkatan daya saing manufaktur nasional.

 

Pameran ini diharapkan menjadi momentum bagi dunia industri untuk mempercepat adopsi teknologi modern sekaligus mendukung transformasi menuju industri yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. (Ivan)