“Untuk itu, di peringatan Hari Sungai Nasional ini perlu menjadi momentum bersama untuk berkomitmen dalam menjaga dan memulihkan sungai. Karena kita membutuhkan sungai, tapi seringkali aktivitas manusialah yang malah merusak sumber kehidupan kita ini,” lanjut Khofifah.
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Jatim terus menjalankan berbagai program pelestarian sungai secara berkelanjutan. Program tersebut meliputi kegiatan susur sungai, patroli sungai, serta perlindungan mata air untuk menjaga kualitas sumber daya air sekaligus memperkuat ekosistem lingkungan.
Khofifah menjelaskan, susur sungai dilakukan untuk mengidentifikasi secara langsung kondisi sungai beserta berbagai persoalan yang terjadi di sepanjang aliran sungai. Sementara patroli sungai menjadi bagian dari pengawasan sekaligus memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan dalam menangani potensi pencemaran maupun kerusakan lingkungan.
“Koordinasi menjadi kunci dalam menangani berbagai persoalan sungai, termasuk pencemaran yang berasal dari aktivitas industri. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak,” tegasnya.