SIDOARJO, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan Halte Medaeng di Jalan Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, tetap difungsikan sebagai titik transit Bus Trans Jatim Koridor I dan V meski sempat mendapat penolakan dari sebagian sopir angkutan kota (angkot).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, menegaskan keputusan tersebut diambil untuk menjaga layanan transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan titik transit di Halte Medaeng mampu mengurangi beban biaya perjalanan penumpang karena tidak perlu membayar angkutan tambahan. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (29/7/2026).
“Masyarakat menuntut integrasi di Medaeng. Kalau titik transit itu ditiadakan, penumpang harus mengeluarkan biaya tambahan yang tarifnya jauh lebih mahal daripada ongkos Trans Jatim sebesar Rp5.000,” ujar Nyono, Selasa, (28/7/2026).
Ia memahami kekhawatiran para sopir angkot yang menilai integrasi Koridor I dan Koridor V di Halte Medaeng dapat mengurangi jumlah penumpang. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, armada angkot yang masih aktif beroperasi jumlahnya sudah sangat terbatas.