Di sisi lain, Riefky juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini semakin memengaruhi industri kreatif. Menurutnya, AI memang menghadirkan tantangan, namun juga membuka peluang baru apabila dimanfaatkan secara tepat.
Ia berharap teknologi AI tidak menggantikan peran para kreator, melainkan menjadi alat yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas karya yang dihasilkan.
“AI jangan menggantikan para kreator, tetapi harus memberikan nilai tambah bagi proses berkarya,” pungkasnya. (ivan)