Ia juga menegaskan bahwa keberadaan sekolah swasta memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan di Jawa Timur. Hal itu disebabkan daya tampung SMA dan SMK negeri yang masih terbatas dibandingkan jumlah lulusan SMP sederajat setiap tahunnya.
Berdasarkan data yang disampaikannya, sekolah negeri baru mampu menampung sekitar 39 persen lulusan SMP, sehingga lebih dari 60 persen siswa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat agar pemerintah terus meningkatkan kualitas sekolah swasta, termasuk memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidiknya.
“Saat ini daya tampung SMA dan SMK negeri hanya mampu mengakomodasi sekitar 39 persen lulusan SMP sederajat. Artinya, lebih dari 60 persen siswa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Karena itu, peningkatan kualitas sekolah swasta, termasuk kesejahteraan tenaga pendidiknya, harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya. (ivan)