SURABAYA, PustakaJC.co – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika agar Jawa Timur tidak terus dicap sebagai daerah rawan peredaran narkoba. Seruan itu disampaikan menyusul sejumlah pengungkapan kasus besar di wilayah Jawa Timur sepanjang Juli 2026.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Firasadi, menilai tingginya angka pengungkapan kasus narkotika menunjukkan jaringan peredaran narkoba masih menjadikan Jawa Timur sebagai pasar sekaligus jalur distribusi yang strategis. Ia menyoroti temuan ganja seberat 3,37 ton di Gresik serta penyitaan 5,4 kilogram sabu di Bangkalan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Dilansir dari surabayapagi.com, Senin, (3/8/2026).
“Jawa Timur tidak boleh menjadi surga bagi bandar narkotika. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat,” tegas Andi.