Berdasarkan data Polda Jawa Timur, sepanjang Semester I 2026 aparat berhasil mengungkap 3.157 kasus narkotika dengan 4.061 tersangka. Jumlah tersebut meningkat 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Andi, tingginya angka pengungkapan harus menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat langkah pencegahan, tidak hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku.
“Kalau setiap tahun ribuan kasus terus terungkap, artinya kita sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Penangkapan memang penting, tetapi negara tidak boleh kalah dalam upaya pencegahan,” ujarnya.
Andi menilai wilayah Madura memiliki tantangan tersendiri karena banyaknya akses pelabuhan rakyat dan jalur laut yang berpotensi dimanfaatkan jaringan narkotika. Oleh karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, serta masyarakat dalam memperkuat pengawasan di pintu-pintu masuk.