SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran dan dampak cuaca ekstrem. Fenomena El Niño yang diprakirakan berlangsung hingga Februari 2027 dinilai membuat lingkungan permukiman semakin rapuh dan rentan terbakar.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menyoroti kawasan permukiman padat penduduk sebagai titik fokus pengawasan. Paparan sinar matahari terik dalam durasi panjang mempercepat proses pengeringan material di sekitar rumah, sehingga memicu potensi api menyebar dengan cepat. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (11/9/2026).
“Kita harus selalu waspada karena ketika paparan sinar matahari berlangsung terus-menerus, kekeringan dapat meningkat. Kondisi tersebut membuat bahan-bahan di sekitar menjadi lebih mudah terbakar,” ujar Irvan.