Ia menjelaskan, proses pengajuan penghargaan dilakukan melalui masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). OPD dinilai paling mengetahui masa pengabdian setiap ASN yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Satyalancana.
“Pengajuan memang dari internal OPD-nya masing-masing. Karena pihak OPD yang tahu persis berapa lama masa pengabdian ASN tersebut, apakah sudah 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun,” jelasnya.
Yuyun menambahkan, Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah penerima Satyalancana terbanyak. Dalam setahun, Jatim memperoleh sekitar 2.500 hingga 3.000 penghargaan yang diberikan secara berkala pada momentum Hari Pendidikan, HUT Kemerdekaan RI, dan Hari Jadi Pemprov Jatim.
Menurutnya, tingginya jumlah penerima di Jatim salah satunya didukung sistem pengusulan yang telah terintegrasi dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
“Kebetulan Jawa Timur ini penerima terbanyak karena kita memiliki aplikasi khusus yang terintegrasi langsung dengan Setneg dalam pengurusan Satyalancana,” pungkasnya. (ivan)