Ia menjelaskan, Gunung Arjuno memiliki nilai ekologis dan historis penting bagi Jawa Timur. Gunung setinggi 3.339 MDPL tersebut menjadi salah satu kawasan penyangga ekologi yang berperan dalam menjaga tata air, melindungi tanah, serta menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Ekspedisi dipimpin Brigadir Jenderal TNI Singgih Pambudi Arinto, Kapok Sahli Kodam V/Brawijaya. Ia juga dijadwalkan menjadi Inspektur Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pasar Dieng pada 17 Agustus 2026.
Sebanyak 500 peserta dan unsur pendukung dari 41 entitas ambil bagian dalam ekspedisi tersebut. Mereka berasal dari sembilan unsur, mulai dari instansi pemerintah, TNI-Polri, pecinta alam dan Pramuka, pendaki perempuan, mahasiswa dan pelajar, relawan, lembaga swadaya masyarakat, media, hingga dunia usaha.
Peserta juga datang dari 16 provinsi, yakni Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara.