Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih kuat untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat desa. Sektor pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, hingga akses pembiayaan perlu terus diperkuat.
Selain itu, hilirisasi produk lokal dinilai penting agar hasil produksi masyarakat desa memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat sekitar 3,71 juta jiwa atau 9,06 persen dari total penduduk.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan September 2025 yang mencapai sekitar 3,80 juta jiwa.
“Penurunan ini patut diapresiasi, tetapi masih menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat belum selesai,” ujar Wara yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim.