MALANG, PustakaJC.co — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur mendorong penguatan ekosistem digital yang sehat, positif, dan ramah anak melalui kegiatan KOPILABORASI yang digelar sebagai pembuka rangkaian Festival Mbois Malang, Sabtu, (22/8/2026).
Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin mengatakan, perlindungan anak di ruang digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Perisai Anak yang memiliki lima pilar utama. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (23/8/2026).
Kelima pilar tersebut meliputi regulasi, literasi, sistem informasi, kolaborasi, serta monitoring dan evaluasi.
“Untuk tiga pilar yaitu regulasi, literasi, dan sistem informasi, merupakan fondasi awal dalam membangun pelindungan anak di ruang digital,” kata Sherlita.
Menurut dia, ketiga fondasi tersebut perlu diperkuat dengan kerja sama lintas sektor dan pemantauan secara berkelanjutan agar perlindungan anak di ruang digital dapat berjalan secara optimal.
“Kami akan berkolaborasi dengan Bapak Ibu sekalian sebagai bentuk kerja sama, bagaimana kemudian kita bisa melindungi anak-anak kita di dunia digital,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari David Santoso K.R menyoroti potensi ekonomi kreatif berbasis digital yang dapat dikembangkan oleh anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi kreator dan inovator sekaligus berkontribusi dalam industri ekonomi kreatif digital.
Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau AI, juga dinilai perlu diarahkan untuk kegiatan produktif dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan anak.
Selain itu, Pranata Siaran Ahli Pertama TVRI Stasiun Jawa Timur Arien Aninda membahas pentingnya menghadirkan tayangan alternatif yang ramah anak di tengah pesatnya perkembangan ruang digital.
Konten bagi anak, kata dia, perlu dikemas secara edukatif, menarik, aman, serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik anak.
Kegiatan KOPILABORASI turut melibatkan berbagai unsur ekosistem digital di Jawa Timur, mulai dari dunia usaha, media, komunitas, perguruan tinggi, hingga kelompok masyarakat.
Sejumlah pihak yang hadir di antaranya BRI Malang Martadinata, AWS, AMSI, PWI, ASPIKOM, Forum Anak, Relawan TIK, KIM Malang Kota, KIM Kabupaten Malang, KIM Batu, Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi, dan Pandu Literasi.
Siswa-siswi SMP di Malang bersama guru pendamping juga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui KOPILABORASI, Kominfo Jatim menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, mitra internasional, komunitas, media, perguruan tinggi, dan generasi muda untuk membangun ruang digital Jawa Timur yang sehat, produktif, aman, dan ramah anak. (ivan)