Kendaraan Operasional KDMP Jatim Belum Merata, Ini Kendalanya

pemerintahan | 26 Agustus 2026 07:52

Kendaraan Operasional KDMP Jatim Belum Merata, Ini Kendalanya
Armada kendaraan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang digunakan untuk mendukung kegiatan dan layanan koperasi di Jawa Timur. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co — Distribusi kendaraan operasional untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jawa Timur belum berlangsung secara merata. Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih perlu melakukan verifikasi untuk memastikan koperasi yang telah menerima kendaraan tersebut.

 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, pendistribusian kendaraan dilakukan oleh kesatuan TNI di masing-masing wilayah KDMP. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (26/8/2026).

 

Menurutnya, penyaluran kendaraan belum dilakukan secara menyeluruh karena pelaksanaannya bergantung pada kondisi dan kebijakan di masing-masing wilayah.

 

“Secara resmi kendaraan belum dilakukan secara menyeluruh. Praktik di lapangan bergantung dari Dandim masing-masing, ada yang sudah, ada yang belum,” kata Endy, Selasa, (25/8/2026).

 

 

 

Data penerima belum spesifik

 

Pemprov Jatim juga masih menghadapi kendala dalam pendataan penerima kendaraan operasional KDMP.

 

Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang dimiliki Pemprov Jatim belum dapat menunjukkan secara spesifik koperasi mana saja yang telah menerima kendaraan.

 

Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM Jatim perlu melakukan verifikasi faktual dengan mengecek langsung kondisi di masing-masing koperasi.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi kendaraan yang telah diterima dan digunakan oleh koperasi.

 

Di Jawa Timur, sebanyak 1.093 KDMP tercatat telah beroperasi dalam Simkopdes. Namun, sebagian besar merupakan koperasi organik yang telah berdiri sejak sebelumnya, bukan unit baru yang dibangun oleh PT Agrinas.

 

Kondisi serupa juga terjadi pada 530 gerai KDMP yang sebelumnya diresmikan Presiden di Nganjuk.

 

 

Peresmian gerai tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa kendaraan operasional telah diterima oleh masing-masing koperasi.

 

“Yang 530 diresmikan Pak Presiden belum tentu kendaraannya sudah diserahkan. Mesti konfirmasi satu per satu,” ujar Endy.

 

Perkembangan KDMP di Jawa Timur

 

Di tengah persoalan distribusi kendaraan, perkembangan pembangunan dan administrasi KDMP di Jawa Timur terus berjalan.

 

Dinas Koperasi dan UKM Jatim mencatat terdapat 8.494 koperasi yang telah berjalan maupun masih dalam tahap pembangunan. Seluruh koperasi tersebut telah terdaftar memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

 

Sebanyak 7.885 koperasi di antaranya juga telah resmi memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

 

Sementara itu, pembangunan fisik gerai KDMP telah mencapai 91 persen. Progres tersebut mencakup 6.573 titik pembangunan.

 

Dari sisi administrasi, sebanyak 6.367 koperasi telah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT).

 

 

Rinciannya, sebanyak 480 laporan RAT telah masuk dan 5.887 laporan telah diverifikasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Jatim.

 

Selain itu, sebanyak 1.472 laporan masih berstatus draf atau dalam proses. Sementara 655 koperasi lainnya belum melaksanakan RAT.

 

Dari aspek finansial, perolehan simpanan pokok koperasi di Jawa Timur telah mencapai sekitar Rp3,21 miliar. Sementara simpanan wajib tercatat sekitar Rp1,36 miliar.

 

Pemprov Jatim terus melakukan pembenahan data dan administrasi KDMP. Verifikasi lapangan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan distribusi kendaraan operasional benar-benar tercatat dan diterima oleh koperasi yang menjadi sasaran. (ivan)