Ia mengatakan intervensi Pos Gizi DASHAT juga mendorong peningkatan proporsi baduta berstatus gizi normal dari 88,70 persen pada 2025 menjadi 90,60 persen pada 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Bappeda Jatim, Dinas Kesehatan Jatim, Dinas DP3AK Jatim, Dinas PMD Jatim, Dinas Kominfo Jatim, serta TP PKK Provinsi Jawa Timur.
Secara kumulatif, Program PASTI telah menjangkau 1.155 baduta, 2.088 remaja, serta 5.948 pengasuh dan keluarga. Selain itu, sebanyak 1.800 remaja terlibat dalam kampanye perubahan perilaku.
Peran aktif Duta GenRe Desa juga turut mendorong integrasi aspirasi kesehatan remaja ke dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes).
Nasional Program Manager PASTI, Hotmianida Panjaitan, menilai kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci keberhasilan intervensi stunting selama hampir empat tahun pelaksanaan program sejak 2023.
“Selama perjalanan Program PASTI ini kami belajar bahwa tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri. Keberhasilan ini berkat kolaborasi antarlembaga, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader TPK, pemerintah desa, hingga masyarakat yang saling melengkapi,” ujar Hotmianida.