Ia juga mengapresiasi langkah BKKBN Jatim yang telah mengadopsi pendekatan Pos Gizi DASHAT ke 11 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian selama masa pelaksanaan, tetapi juga dari keberlanjutan praktik baik setelah program berakhir.
“Kami berharap berbagai praktik baik yang telah lahir termasuk penguatan TPK, edukasi keluarga, pemanfaatan data, serta kolaborasi intersektor dapat terus menjadi bagian dari upaya bersama,” tambahnya.
Rangkaian capaian dan rekam jejak pendampingan Program PASTI kemudian diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui penyerahan dokumen, panduan, dan media legacy Program PASTI.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari alih pengetahuan untuk menjaga keberlanjutan dampak program di lapangan.