Investasi Dikebut 7 Persen, Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027

pemerintahan | 01 September 2026 18:57

 

Pemerintah akan menjaga stabilitas melalui pengendalian inflasi guna mempertahankan daya beli masyarakat, konsumsi, dan investasi. Suku bunga juga akan dijaga tetap kompetitif untuk memperluas akses pembiayaan serta mendorong aktivitas investasi.

 

Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

 

“Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, memitigasi dampak global, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam mengambil keputusan investasi dan ekspansi,” kata Purbaya.

 

Ia mengatakan target pertumbuhan investasi didukung fundamental ekonomi nasional yang masih terjaga di tengah ketidakpastian global.

 

Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara kumulatif. Inflasi juga disebut tetap terkendali, sementara likuiditas perbankan dinilai memadai untuk menopang penyaluran kredit.

 

Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 masih mencatat surplus. Sementara itu, cadangan devisa hingga Juli 2026 mencapai 145,3 miliar dolar AS.

 

Sentimen positif di pasar keuangan domestik juga terus berlanjut, antara lain tercermin dari penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta perkembangan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang dinilai kondusif.

 

Hingga 28 Agustus 2026, aliran modal masuk tercatat mencapai Rp140,6 triliun. (ivan)