Di tengah operasi pemadaman dari udara, tim gabungan yang berada di darat tetap melakukan penanganan secara manual.
Petugas juga membuat sekat bakar untuk memutus jalur perambatan api sehingga kobaran tidak semakin meluas dan mendekati permukiman warga.
Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jatim, kebakaran yang terjadi sejak 26 Agustus 2026 tersebut hingga kini telah berdampak pada sekitar 600 hektare lahan di kawasan Gunung Semeru.
BPBD Jatim terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api dan mengoordinasikan upaya pemadaman melalui jalur darat maupun udara.
Gatot berharap kondisi cuaca, khususnya angin, dapat lebih mendukung pada hari berikutnya sehingga operasi water bombing dapat berlangsung secara aman dan efektif.
“Semoga besok cuacanya lebih mendukung, karena angin yang kencang memengaruhi keamanan unit helikopter saat melakukan operasi water bombing,” katanya. (ivan)