Ketika kembali didesak oleh awak media untuk memberikan penjelasan lebih detail, Khofifah kemudian membeberkan dugaan awal terkait persoalan jam pengiriman makanan yang menjadi pemicu keracunan ratusan santri dan siswa di Sidoarjo.
Menurut Khofifah, faktor utama yang disinyalir menjadi masalah adalah rentang waktu antara makanan selesai dimasak, dikirimkan, hingga akhirnya disantap oleh penerima manfaat. Berdasarkan data yang dihimpun, dapur SPPG Kalitengah memasak hidangan MBG pada pukul 05.00 WIB. Namun, santapan tersebut baru diantar pada pukul 11.00 WIB dan baru dikonsumsi oleh para siswa penerima sekitar pukul 12.30 WIB.
“Lha itu yang kemudian menjadi terdampak (mengakibatkan keracunan),” terang Khofifah.
Padahal, pada hari yang sama, SPPG Kalitengah juga menyalurkan menu MBG yang persis sama kepada murid-murid di lembaga pendidikan lainnya. Anehnya, makanan tersebut tidak menimbulkan keracunan sama sekali.