Ditanya Kasus Keracunan MBG di Jatim, Khofifah: Pak Wagub Itu Lho Koordinator MBG

pemerintahan | 07 September 2026 07:32

 

Khofifah menilai, letak perbedaannya ada pada jam pendistribusian makanan. Menu MBG untuk sekolah lain diantarkan pada pukul 07.00 WIB, atau hanya selisih dua jam setelah selesai dimasak.

 

“Jadi karena beda jam pendistribusiannya,” tandas Khofifah.

 

Fakta ini diperoleh setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun tangan melakukan penelusuran dan identifikasi atas kejadian keracunan yang dialami para santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam serta sejumlah siswa sekolah lain. Kendati demikian, penemuan perbedaan jam distribusi ini baru sebatas bagian dari proses identifikasi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

 

 

Mengenai penindakan kasus ini, Khofifah menyatakan penjatuhan sanksi sepenuhnya diserahkan kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN). BGN diyakini akan melakukan investigasi mendalam terhadap seluruh tahapan sebelum mengambil keputusan akhir.

 

“Dari BGN akan melakukan langkah-langkah navigasi dari proses yang terjadi itu sehingga kalau ada sanksi, BGN yang akan mengeluarkan sanksinya,” tegas Khofifah.

 

Peristiwa keracunan ini bermula pada Selasa (1/9/2026) usai para santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo menyantap hidangan MBG pasokan SPPG Kalitengah. Keluhan serupa juga dilaporkan oleh beberapa siswa dari lembaga pendidikan lain yang menerima jatah makanan dari dapur SPPG yang sama. (ivan)