Dorong Kemitraan B2B, Khofifah Boyong Kadin hingga Hipmi Jatim Bertemu Pengusaha Kaltara

pemerintahan | 08 September 2026 17:23

Dorong Kemitraan B2B, Khofifah Boyong Kadin hingga Hipmi Jatim Bertemu Pengusaha Kaltara
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemprov Jatim dan Kaltara di Ballroom Hotel Tarakan Plaza. (dok antara)

TARAKAN, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperluas jejaring bisnis antardaerah dengan menekankan pendekatan business-to-business (B2B). Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi yang mempertemukan lintas asosiasi pengusaha Jatim dan Kalimantan Utara (Kaltara) di Tarakan, Selasa, (8/9/2026).

 

 

Dalam agenda tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memboyong rombongan pelaku usaha serta pimpinan asosiasi strategis, mulai dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

 

Khofifah menilai, keterlibatan aktif organisasi dunia usaha menjadi elemen krusial dalam membangun kemitraan konkret, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, hasil hutan, hingga komoditas pangan olahan.

 

“Misi Dagang dan Investasi ini hadir untuk mendorong penguatan sinergi antara pelaku usaha, asosiasi perdagangan, serta pemerintah daerah. Kolaborasi di antara mereka akan menguatkan baik dari sisi perluasan pasar maupun peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan yang ada,” kata Khofifah dikutip dari antaranews.

 

 

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemprov Kaltara dan menyuarakan optimismenya agar seluruh penandatanganan kesepakatan transaksi dapat segera direalisasikan oleh para pelaku usaha.

 

“Mari kita tindak lanjuti komitmen transaksi yang sudah ditandatangani bersama agar dampaknya segera terasa bagi perekonomian kedua provinsi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menyambut hangat kedatangan delegasi bisnis asal Jawa Timur tersebut. Ia menyebut forum ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat jaringan perdagangan dan investasi daerah secara berkelanjutan, melanjutkan kesuksesan agenda serupa yang pernah digelar pada 2023.

 

 

Menurut Zainal, kerja sama antardaerah melalui pendekatan B2B sangat efektif untuk menjaga ketahanan rantai pasok sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal di tengah dinamika ekonomi global.

 

“Saya berharap pertemuan ini tidak hanya berhenti sebagai forum silaturahmi dan transaksi sesaat, melainkan menjadi langkah nyata untuk memperluas pasar, meningkatkan investasi, dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tutur Zainal. (ivan)