DLH Jatim Ungkap Kebakaran Gudang PT Wings Surya Jadi Pemicu Busa Tebal dan Ikan Mati

pemerintahan | 09 September 2026 13:59

DLH Jatim Ungkap Kebakaran Gudang PT Wings Surya Jadi Pemicu Busa Tebal dan Ikan Mati
Penampakan gumpalan busa di Kali Rolak Surabaya. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Misteri kemunculan gumpalan busa tebal dan matinya ribuan ikan di sepanjang aliran Kali Surabaya pada Minggu (6/9) akhirnya terkuak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur mengonfirmasi bahwa pencemaran tersebut dipicu oleh dampak kebakaran gudang milik PT Wings Surya.

 

Kepala DLH Jawa Timur, Nurkholis, menyatakan kepastian tersebut diperoleh setelah tim gabungan menelusuri aliran air dari Kali Tengah hingga Kali Surabaya pasca-insiden kebakaran.

 

"Dalam koordinasi penanganan, PT Wings Surya menyatakan kesediaannya mendukung pemulihan Kali Surabaya," ujar Nurkholis, Rabu, dikutip dari jawapos.com, Rabu, (9/9/2026).

 

Sebagai bentuk tanggung jawab, PT Wings Surya menggandeng konsorsium lingkungan hidup untuk membersihkan bangkai ikan dan limbah di sepanjang aliran sungai, mulai dari muara Kali Tengah hingga Pintu Air Jagir. Selain pembersihan massal, perusahaan tersebut diwajibkan memulihkan ekosistem secara berkala, salah satunya melalui pembenihan kembali (restocking) bibit ikan endemik Kali Surabaya.

 

 

Pihak perusahaan juga dijadwalkan menggelar koordinasi lintas instansi bersama PJT I, PDAM Kota Surabaya, DLH Jatim, dan DLH Kabupaten Gresik untuk merumuskan teknis pemulihan kualitas air.

 

Pengawasan Ketat dan Uji Laboratorium

 

Untuk menjamin komitmen tersebut, PT Wings Surya diwajibkan menyerahkan laporan perkembangan pemulihan secara berkala setiap minggu kepada DLH Kabupaten Gresik, dengan tembusan ke DLH Jatim, DLH Kota Surabaya, PJT I, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

 

 

DLH Kabupaten Gresik juga dijadwalkan turun langsung melakukan pengawasan kepatuhan lingkungan pada pekan kedua September 2026 sebagai tindak lanjut verifikasi lapangan.

Saat ini, DLH Jatim masih menanti hasil uji laboratorium sampel air untuk mendalami tingkat kerusakan ekosistem di Kali Tengah dan Kali Surabaya.

 

"Hasil pengujian laboratorium akan digunakan untuk memperkuat analisis kualitas air, dampak terhadap ekosistem, serta menentukan langkah penanganan dan pemulihan berikutnya," tegas Nurkholis. (ivan)