Sebut Penentuan Desil DTSEN Kurang Cermat, Komisi E DPRD Jatim Segera Panggil Dinsos dan BPS

pemerintahan | 10 September 2026 07:56

Sebut Penentuan Desil DTSEN Kurang Cermat, Komisi E DPRD Jatim Segera Panggil Dinsos dan BPS
Ketua Komisi E Sri Untari Bisowarno. (dok surabayapagi)

SURABAYA, PustakaJC.co — Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat sorotan tajam dari DPRD Jawa Timur. Ketua Komisi E sekaligus Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, menilai indikator pemeringkatan kesejahteraan masyarakat saat ini belum cermat dan berpotensi memicu ketidaktepatan sasaran bantuan sosial (bansos).

 

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap bantuan serta program pemerintah. Sri Untari menyoroti indikator fisik—seperti kondisi rumah—yang kerap tak menggambarkan kondisi ekonomi warga secara utuh. Dilansir dari surabayapagi.com,

 

"Ada warga yang tinggal di rumah bagus milik mertua atau warisan orang tua, lalu langsung dimasukkan ke desil 6 atau 7. Padahal secara kemampuan ekonomi saat ini mereka masih membutuhkan," kata Sri Untari, Rabu, (9/9/2026).