BPBD Surabaya Imbau Warga Waspadai Risiko Kebakaran Permukiman Akibat El Niño

pemerintahan | 11 September 2026 08:25

BPBD Surabaya Imbau Warga Waspadai Risiko Kebakaran Permukiman Akibat El Niño
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan memberikan edukasi terkait dampak perubahan cuaca serta mitigasinya. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran dan dampak cuaca ekstrem. Fenomena El Niño yang diprakirakan berlangsung hingga Februari 2027 dinilai membuat lingkungan permukiman semakin rapuh dan rentan terbakar.

 

Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menyoroti kawasan permukiman padat penduduk sebagai titik fokus pengawasan. Paparan sinar matahari terik dalam durasi panjang mempercepat proses pengeringan material di sekitar rumah, sehingga memicu potensi api menyebar dengan cepat. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (11/9/2026).

 

“Kita harus selalu waspada karena ketika paparan sinar matahari berlangsung terus-menerus, kekeringan dapat meningkat. Kondisi tersebut membuat bahan-bahan di sekitar menjadi lebih mudah terbakar,” ujar Irvan.

 

 

Untuk menekan risiko bencana selama puncak kemarau ini, BPBD mengeluarkan beberapa panduan langkah mitigasi mandiri bagi warga:

 

  • Stop Pembakaran Sampah: Warga dilarang keras membakar sampah di lahan terbuka maupun pekarangan rumah karena risiko penjalaran api yang tinggi akibat angin dan cuaca kering.
  • Penghematan Air Bersih: Mengingat penurunan curah hujan berpotensi menekan pasokan air di waduk dan sumur, warga diminta memperketat penggunaan air harian.
  • Perlindungan Kesehatan: Mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada siang hari serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.

 

Pihak BPBD menegaskan bahwa kesadaran kolektif warga di tingkat RT/RW menjadi kunci utama agar Surabaya tetap aman dari krisis air dan bahaya kebakaran selama El Niño berlangsung. (ivan)