Meskipun dalam pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumaiyah tercatat masuk ke dalam Desil 4, realitas di lapangan menunjukkan rumahnya memerlukan perbaikan mendesak dan penghuninya tidak memiliki kemampuan untuk merenovasi secara mandiri.
Eri menjelaskan bahwa indikator kalkulasi desil—seperti daya listrik 900 VA atau status kepemilikan aset rumah—sering kali secara administratif menaikkan peringkat desil warga, padahal secara riil mereka tetap membutuhkan uluran tangan.
"Ada pembelajaran dari kasus ini, tidak semua yang masuk Desil 4 atau 5 berarti tidak butuh bantuan. Kalau lansia dan tinggal sendiri, tentu tidak ada yang memperbaiki rumahnya. Karena itu saya turun langsung," ujar Eri saat melakukan peninjauan.