Lilik menambahkan, semangat para pendonor sejalan dengan tema Hari PMI ke-81, "Peduli, Bergerak, Bersama". Ia berharap aksi kemanusiaan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi budaya melekat bagi warga Surabaya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PMI Kota Surabaya, Taufik Rohman Hidayat, mengungkapkan bahwa animo warga Kota Pahlawan untuk mendonorkan darah sangat tinggi. PMI Surabaya mencatat rata-rata pelayanan mencapai 12.000 pendonor setiap bulannya.
Menurut Taufik, angka tersebut diatur secara terukur guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan darah di berbagai rumah sakit wilayah Surabaya.
"Sebenarnya potensi masyarakat yang ingin mendonorkan darah jauh melebihi 12.000 orang per bulan. Namun, kami menjaga ritme alokasi agar ketersediaan stok darah di Surabaya tetap stabil dan sesuai kebutuhan riil medis," jelas Taufik.
Apresiasi kepada ratusan pendonor ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian antar sesama. (ivan)