"Belanja modal merupakan salah satu instrumen utama untuk menggerakkan perekonomian dan mempercepat pemerataan infrastruktur antarwilayah. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa porsi yang ada mampu menopang target pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang diproyeksikan berada pada kisaran 5,00 hingga 6,10 persen sesuai arah KUA,"Kata Abu Bakar ketika menyampaikan pandangan Banggar dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya.
Dorong Kesiapan Teknis dan Pemerataan Pembangunan

Selain aspek kuantitas alokasi, Banggar DPRD Jatim menekankan pentingnya kualitas pelaksanaan program kerja di lapangan. Belajar dari realisasi belanja modal tahun 2025 yang mencapai 92,47 persen, Banggar meminta pemerintah daerah untuk mematangkan kesiapan dokumen teknis dan jadwal pelaksanaan sejak awal.
"Yang paling utama bukan hanya seberapa besar alokasi anggaran, melainkan bagaimana kesiapan eksekusinya. Kami di DPRD meminta jaminan keselarasan antara alokasi belanja modal dengan kesiapan teknis agar infrastruktur dapat dibangun secara merata dan tepat waktu," tegas Abu Bakar.