Menurut Rahmawati, keberlanjutan usaha dan perputaran arus kas harian menjadi fondasi paling krusial bagi UMKM untuk mempertahankan aktivitas bisnis di tengah ketidakpastian pasar.
Untuk itu, IWAPI Jatim mendorong konsistensi para anggotanya di berbagai tingkatan—mulai dari kabupaten dan kota hingga tingkat ranting—agar terus aktif memproduksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk.
Guna memperkuat daya tahan bisnis anggota, IWAPI Jatim menginisiasi strategi kolaborasi internal. Pengusaha dengan skala bisnis yang lebih besar diimbau untuk membina dan membantu memasarkan produk milik anggota lainnya yang masih berskala mikro.
Di samping itu, IWAPI Jatim juga memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mendorong anggota melakukan pemasaran secara daring (online). Langkah ini dinilai efektif dalam membuka peluang pasar baru yang lebih luas.