Gus Irfan menjelaskan, kuota jemaah haji Indonesia yang mencapai sekitar 200 ribu orang nantinya dibagi secara berimbang (50:50) antara maskapai nasional Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Dalam penawarannya, Garuda Indonesia mematok tarif penerbangan sekitar Rp38 juta per jemaah. Sementara itu, Saudia Airlines mengajukan angka mendekati Rp42 juta per jemaah—terdapat selisih hingga Rp4 juta per orang.
"Kita ingin Saudia ikut turun seperti Garuda. Tapi mereka masih bertahan dengan angka itu. Kita akan terus menilai harga yang paling pantas," tegasnya.