PAMEKASAN, PustakaJC.co - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Noer, Pamekasan, pada Senin, (5/10/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan kualitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut berjalan optimal, cepat, dan nyaman bagi masyarakat Madura.
Dalam peninjauan tersebut, Emil didampingi oleh Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto serta jajaran anggota DPRD Pamekasan. Selain mengecek kesiapan fasilitas, rombongan juga berdialog langsung dengan sejumlah keluarga pasien untuk menyerap aspirasi dan mendengar pengalaman pelayanan secara riil di lapangan. Dilansir dari kompas.com, Selasa, (6/10/2026).
"Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat terus dimaksimalkan. Pelayanan di RSUD Mohammad Noer harus terus mendapatkan perhatian dan ditingkatkan secara berkelanjutan," ujar Emil di sela-sela peninjauan.
Mantan Bupati Trenggalek tersebut menekankan agar pihak manajemen rumah sakit tidak ragu melakukan evaluasi berkala. Ia meminta keluhan masyarakat segera direspons dan ditindaklanjuti secara konkret demi menjaga standar kualitas layanan.
"Apa yang sudah baik dipertahankan, yang masih kurang harus segera diperbaiki. Intinya, masyarakat harus menjadi prioritas utama," tegasnya.
Percepatan Gedung Baru Selain meninjau pelayanan operasional saat ini, Pemprov Jatim tengah mengebut penyelesaian pembangunan gedung baru RSUD dr Mohammad Noer Pamekasan. Emil menjelaskan, saat ini gedung tersebut masih dalam tahap penyiapan dan kelengkapan sejumlah fasilitas pendukung sebelum resmi difungsikan.
"RSUD Mohammad Noer yang baru saat ini kita kebut. Pemprov Jatim menargetkan agar pertengahan tahun depan (2027) sudah bisa digunakan," kata Emil.
Sementara itu, Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto menyambut positif sidak yang dilakukan oleh Pemprov Jatim. Menurutnya, peninjauan langsung ke lapangan merupakan langkah nyata untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien maupun tenaga medis secara akurat.
"Kunjungan langsung ini sangat penting untuk melihat kondisi lapangan secara nyata, termasuk mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan oleh pasien dan tenaga kesehatan di sini," kata Sukriyanto. (ivan)