SAMPANG, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar upacara ziarah dan tabur bunga di makam Gubernur Jatim periode 1971–1976, Raden Panji (RP) Mohammad Noer, Senin, (5/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kompleks pemakaman keluarga, Kampung Sumur Kompah, Kelurahan Rong Tengah, Kabupaten Sampang ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bertindak langsung sebagai pimpinan upacara. Dalam sambutannya, Emil mengenang rekam jejak pengabdian RP Mohammad Noer yang dikenal sebagai pimpinan merakyat dengan semboyan legendarisnya, Jer Basuki Mawa Beya - Agawe Wong Cilik Melu Gemuyu. Dilansir darj Kominfojatim.go.id, Selasa, (6/10/2026).
"Beliau adalah sosok pamong sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk rakyat. Salah satu warisan terbesarnya adalah gagasan besar pembangunan Jembatan Suramadu untuk mengoneksikan Pulau Madura dan Jawa," ujar Emil di hadapan jajaran pejabat Pemprov Jatim dan Pemerintah Kabupaten Sampang.
Sosok Kunci Pembangunan Jatim
RP Mohammad Noer lahir di Sampang pada 13 Januari 1918. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pada 23 Januari 1971 hingga 26 Januari 1976, putra pasangan Raden Aria Condropratikto dan Raden Ayu Siti Nursiah ini mengawali karier
kepemimpinannya sebagai Bupati Bangkalan.
Komitmennya terhadap kemajuan Madura sangat melekat. Tekad kuatnya membangun aksesibilitas wilayah pernah terucap dalam pameo terkenal: "Jika Suramadu tidak dibangun, saya akan berenang menyeberang Selat Madura."
Pascamenjabat sebagai Gubernur, suami dari Mas Ayoe Siti Rachma ini juga sempat dipercaya mengemban amanah diplomatik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Prancis pada periode 1976–1980.
Tradisi Menghormati Pendahulu
Rangkaian kegiatan ziarah diawali dengan pembacaan sejarah singkat almarhum, peletakan karangan bunga, hingga tabur bunga yang diikuti oleh Wakil Bupati Sampang beserta rombongan pejabat Pemprov Jatim.
Ziarah ke makam para mantan kepala daerah menjadi agenda rutin tahunan Pemprov Jatim setiap menjelang peringatan hari jadi provinsi.
Langkah ini digelar sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa, dedikasi, dan fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh para pemimpin terdahulu. (ivan)