Naik 2,54 Persen, Produksi Padi Jawa Timur Diprediksi Mencapai 10,2 Juta Ton

pemerintahan | 07 Oktober 2026 07:34

Naik 2,54 Persen, Produksi Padi Jawa Timur Diprediksi Mencapai 10,2 Juta Ton
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Magetan Nanik dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Heru Suseno dalam kegiatan penyaluran bantuan alsintan untuk kelompok tani Magetan di Lapangan Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno, menyampaikan bahwa proyeksi ini merujuk pada data perhitungan sementara yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

 

"Berdasarkan penghitungan sementara BPS per 1 Oktober, GKG kita diprediksi sampai bulan November mencapai 10,2 juta ton. Angka ini meningkat dibanding tahun 2025 yang tercatat sebesar 9,8 juta ton," ujar Heru di sela acara penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Desa Kuwonharjo, Kabupaten Magetan, Selasa (6/10).

 

 

 

Heru menjelaskan, capaian positif sektor pertanian di Jawa Timur ini dipicu oleh kolaborasi kuat antara petani, penyuluh, kelompok tani, serta pemangku kepentingan terkait. Selain itu, penguatan ekosistem pertanian dari hulu ke hilir turut mendorong peningkatan hasil panen.

 

 

Langkah strategis yang dilakukan meliputi peningkatan akses benih unggul dan pupuk, perbaikan jaringan irigasi, pemanfaatan alsintan, perluasan skema pembiayaan, hingga penguatan tata kelola pemasaran serta hilirisasi produk.

 

Produktivitas Jagung Meningkat

 

Kinerja positif juga dicatatkan pada komoditas jagung. Meski mengalami penurunan luas panen, produktivitas jagung di Jawa Timur justru merangkak naik sebesar 0,67 persen.

Produksi jagung Jatim diproyeksikan naik dari 4,20 juta ton pada 2025 menjadi 4,276 juta ton pada 2026.

 

"Jagung ini walaupun luas panennya turun, produksinya tetap meningkat. Ini menjadi indikator jelas bahwa produktivitas lahan jagung di Jawa Timur mengalami perbaikan," tutur Heru.

 

Guna menjaga tren positif dan memperkuat ketahanan pangan daerah, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan sebanyak 341 unit alsintan yang terdiri atas 231 unit peralatan prapanen dan 110 unit pascapanen. Bantuan mekanisasi ini disebar ke berbagai kelompok tani untuk menunjang efisiensi kerja sekaligus mempertahankan status Jatim sebagai lumbung pangan nasional. (ivan)