Ia menambahkan, penguatan kolaborasi ini perlu ditopang oleh kemudahan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR), percepatan perizinan, penyesuaian regulasi, serta kesiapan proyek di lapangan agar pembangunan berjalan lancar. Dukungan pembiayaan pun harus mencakup dua sisi sekaligus, yakni pasokan (supply) melalui pembiayaan konstruksi dan permintaan (demand) lewat KPR.
"Pengembang membutuhkan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang responsif, sementara masyarakat membutuhkan akses KPR yang mudah, cepat, dan sesuai dengan kemampuan mereka," tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BTN terus mendorong penyaluran KPR subsidi bagi MBR serta mengembangkan skema KPR komersial bagi segmen masyarakat luas, termasuk generasi muda. Langkah ini juga diimbangi dengan modernisasi sistem operasional.