SURABAYA, PustakaJC.co – Evaluasi kinerja secara ketat memicu perombakan besar-besaran di tubuh Pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengonfirmasi pergantian 13 kepala dinas dalam kurun waktu satu tahun terakhir akibat kegagalan memenuhi target output dan outcomeyang telah disepakati.
Eri menegaskan bahwa mutasi pejabat ini murni didasarkan pada tolok ukur profesional, bukan faktor kedekatan personal. Posisi kepala perangkat daerah menuntut kemampuan eksekusi program yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dilansir darj jawapos.com, Jumat, (9/10/2026).
"Setiap pekerjaan di Kota Surabaya pasti kita lihat output dan outcome-nya," tegas Eri, Kamis (8/10).