BAZNAS Jatim dan Pemkab Gresik Perkuat Pemberdayaan Lewat Beasiswa Hingga Modal Usaha

pemerintahan | 10 Oktober 2026 08:28

BAZNAS Jatim dan Pemkab Gresik Perkuat Pemberdayaan Lewat Beasiswa Hingga Modal Usaha
Penyerahan secara simbolis bantuan BAZNAS Jawa Timur senilai Rp138,4 juta kepada Pemerintah Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik. (dok gresiksatu)

GRESIK, PustakaJC.co - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan senilai Rp138,4 juta bagi masyarakat Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis, (8/10/2026). Penyaluran ini mencakup program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS), perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rombong dorong, hingga air bersih.

 

Ketua BAZNAS Jatim, Mohammad Ghofirin, menegaskan bahwa penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini merupakan bentuk akuntabilitas lembaga kepada para muzaki, khususnya ASN dan PPPK di lingkungan Pemprov Jatim. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (10/10/2026).

 

“Insyaallah, hari ini menjadi saksi dan bukti bahwa setiap rupiah yang disalurkan kepada mustahik melalui BAZNAS Jatim insyaallah sepenuhnya akan kami salurkan dengan tepat kepada yang berhak menerimanya, termasuk pada siang hari ini di Kabupaten Gresik,” ujar Ghofirin.

 

 

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari BAZNAS Jatim dan BAZNAS RI. Ia menyatakan Pemkab Gresik berkomitmen memperkuat pengumpulan zakat ASN demi memperluas kemanfaatan bagi warga.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan juga BAZNAS Republik Indonesia yang telah banyak memberikan perhatian yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan sinergitas ini terus terjalin,” tutur Fandi.

 

Selain perbaikan hunian dan beasiswa, program ini mendorong pemberdayaan ekonomi inklusif melalui bantuan rombong serta modal usaha bagi penyandang disabilitas. Bantuan diserahkan langsung, termasuk diantarkan ke rumah penerima yang berhalangan hadir akibat keterbatasan fisik. (ivan)