Mengingat keterbatasan jumlah fasilitas mandiri Pemkot Surabaya untuk menampung seluruh cabor, kerja sama dengan instansi luar menjadi kunci suksesnya perhelatan ini.
Pemkot Surabaya kini menjajaki pemanfaatan sekitar delapan venue milik Pemprov Jawa Timur dan empat venue milik TNI. Selain itu, sekitar 12 arena olahraga milik perguruan tinggi juga dijajaki. Institusi kampus yang masuk dalam rencana kolaborasi ini di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas PGRI Adi Buana, serta Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), di samping arena milik pihak swasta.
"Karena jumlah 68 cabor pasti cukup banyak, tidak semuanya bisa tertampung di venue milik pemerintah kota. Sehingga kita perlu kolaborasi dan kerja sama dengan instansi lain," tutur Indriatno.