Ia menilai, penguatan kompetensi aparatur menjadi bagian krusial dalam menghadapi arus perubahan zaman. Dengan kemampuan teknis yang memadai, jajaran ASN diharapkan mampu mengikuti adaptasi teknologi sekaligus mengoptimalkan efisiensi roda pemerintahan.
Selain menyoroti kesiapan SDM digital, Gubernur Jawa Timur juga menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi dalam perencanaan pembangunan daerah. Ia meminta agar keselarasan antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), rencana kerja tahunan, serta alokasi anggaran daerah terus dijaga dengan disiplin.
"Prioritas yang telah kita tetapkan harus terlihat dalam program dan manfaatnya," tuturnya.
Di sisi lain, Khofifah mengingatkan pentingnya efektivitas dan kualitas belanja daerah. Penggunaan anggaran menurutnya harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.
"Setiap rupiah anggaran harus digunakan secara tertib, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan perhatian pada kebutuhan masyarakat yang paling mendesak," tegasnya.